Surabaya – Program pembangunan taman yang saat ini dilakukan Pemerintah Kota Surabaya, mendorong transaksi gerabah hingga dua kali lipat, terutama untuk jenis pot bunga yang diperdagangkan di Pasar Bunga Kayoon, jantung Kota Surabaya.
Eko (26) seorang pedagang gerabah di Kayoon, mengakui hal itu seraya mengatakan, pot bunga jenis gerabah lebih diminati kelompok masyarakat kelas menengah ke atas dibanding jenis pot plastik.
Jenis pot bunga plastik lebih banyak diminati masyarakat menengah ke bawah, karena harganya lebih murah dibanding jenis gerabah dengan selisih harga berkisar Rp80 ribu perbuah.
“Untuk saat ini, setiap hari saya dapat menghasilkan uang dari penjualan sekitar Rp500 ribu, biasanya kurang dari Rp250 ribu,” katanya.
Wahyu, pria berusia 38 tahun yang telah menggeluti usaha menjual pot gerabah lebih dari empat tahun dan didatangkan dari Tuban, Bojonegoro dan Cepu, juga merasakan hal itu.
Ketika ditanya jenis gerabah yang kurang bervariasi, baik Eko maupun Wahyu mengakui, bahwa yang dijual di kawasan Kayoon sebagian besar hanya jenis pot bunga.
Sebagai pedagang kami berharap taman di Kota Surabaya makin semarak dan beragam, sehingga berimbas dengan semangat warga untuk memelihara bunga dan membeli gerabah.