Pedagang Bunga Berharap tidak Digusur

Surabaya – Sejumlah pedagang bunga di Jalan Kayoon, Surabaya berharap pemerintah tidak menutup lahan tempat mereka berdagang. Sebab selain untuk bisnis, hamparan bunga itu justru memperindah kota.

“Kami berada di sini jangan sampai seperti pedagang kaki lima yang digusur. Keberadaan dagangan kami di sini juga sekaligus menjadi taman untuk mengurangi polusi,” kata Mulyadi (62), pedagang bunga.

Harapan itu mereka sampaikan setelah Pemkot banyak melakukan penggusuran terhadap pedagang kaki lima dan sejumlah kawasan yang selama ini dihuni warga. Pedagang kaki lima digusur karena dianggap mengganggu lalu lintas dan keindahan kota.

Hal sama juga disampaikan Eko (62), pedagang bunga lain yang meminta agar pasar bunga di Jalan Kayoon dipertahankan.

“Kalau pedagang kaki lima mungkin bisa menggangu keindahan, tapi kalau pedagang bunga justru memperindah kota,” katanya.

Mulyadi mengemukakan bahwa keberadaan pasar bunga di pinggir Kali Mas itu sudah ada sejak zaman Belanda. Sejak 1995 jumlah jumlah mereka terus bertambah hingga mencapai 100 lebih pedagang yang awalnya hanya puluhan.

Mengenai jenis yang diminati,  ia mengatakan, bunga “Lidah Mertua” menjadi salah satu dagangan yang laris karena diyakini bisa menghasilkan 02, sementara bunga itu bisa menyerap C02 lebih banyak.

“Meskipun demikian, jenis bunga lainnya juga banyak yang laku,” kata pensiunan pegawai negeri sipil di lingkungan TNI Angkatan Laut itu.

Say your words