Surabaya – Beberapa orang lanjut usia (lansia) mengatakan menyukai taman-taman yang ada di Surabaya. Tapi mereka jarang pergi ke taman karena tidak ada waktu luang untuk rekreasi.
Ebes, 80 tahun, tukang cat di kawasan Jalan Kayoon Surabaya mengatakan, taman-taman di Surabaya bagus, diantaranya Taman Surya. Ia mengaku pernah pergi ke Taman Surya beberapa tahun lalu, tapi ia tidak pernah mengunjungi Taman Bungkul dan Taman Prestasi. Ia jarang mengunjungi taman di Surabaya karena tidak ada waktu luang untuk berekreasi.
Begitu juga dengan Sudar, 61 tahun. Warga kelahiran Kediri yang kerjanya sehari-hari jadi pengangkut sampah ini melihat taman kota di Surabaya sekarang bagus. “Saya suka taman sekarang jadi baik dan bersih. Seperti Taman Bungkul jadi bagus. Tapi saya tidak pernah rekreasi ke sana, hanya lewat saja. Nggak ada waktu,” ujarnya.
Ditemui surabayapark.wordpress.com, Kamis (14/08), MULYONO, 67 tahun, pemilik salah satu warung kopi di Jalan Kayoon, mengakui taman-taman kota di Surabaya penting bagi orangtua. “Ya supaya sejuk, tidak panas. Saya suka tamannya sekarang bagus, tapi saya yang jarang pergi ke sana. Sudah tua, lebih baik saya jaga warung,” ungkapnya.
Berbeda dengan DAHURI, 64 tahun, penjual krupuk asal Cirebon yang sudah 38 tahun tinggal di Surabaya. Waktu anaknya masih kecil-kecil ia sering pergi ke taman bersama keluarga. Tujuan favoritnya Taman Ria Kenjeran dan Taman Bungkul. Tapi setelah anaknya besar dan kuliah ia sudah jarang pergi rekreasi ke taman.
“Taman-taman di Kota Surabaya sekarang sudah dibangun bagus. Saya suka. Sebenarnya adanya taman-taman di tengah kota ini diperlukan orangtua seperti saya.,” katanya.
“Sebagai tempat rekreasi taman mudah dijangkau masyarakat kecil. Tapi saya kerja terus jual kerupuk keliling, jadi hanya bisa lihat saja, tapi tidak bisa rekreasi lagi ke taman,” tutur DANURI.(ipg)